Dyslexia Awareness Diknas, 31 Juli 2010

Dyslexia Awareness

SEMINAR & WORKSHOP, 31 Juli 2010, Gedung D Kantor Kementerian Pendidikan dan Nasional

Seminar Utama: “Mengenal Disleksia: Akomodasi dan Layanan Pendukung yang Dibutuhkan”

Seminar 1: “Dukungan Profesional bagi Anak Disleksia”

Seminar 2: “Menemukan Disleksia Lebih Dini”

Workshop: “Strategi Pembelajaran Disleksia”

3 Komentar

  1. mbak mila,
    kenalin aku Wiwid, aku punya 1 anak perempuan umur 5 tahun , namanya Embun Pagi. Di sekolahnya teman-teman dia sudah bisa baca sedang Embun belum bisa. Bagi aku, dia belum bisa baca ga masalah, karena nanti kalo sudah waktunya juga bisa. Dan seperti ibu-ibu umumnya, aku juga bisa melihat hal-hal baik dari anakku, menurutku dia pinter nari, olah raga, sangat peduli dengan orang lain, dan banyak lagi yang menurut aku, aku sungguh beruntung punya anak seperti itu. Tapi guru di TK dia, komentar bahwa dia ga bisa baca, nulis kebalik-balik bla-bla., .. Emang sih si Embun tuh suka kebalik-balik huruh b dan d, kalo nulis huruf/angka suka kebalik ( seperti huruf e, dia tulis bukan dari tengah putar ke atas trus turun ke bawah, tapi dari bawah naik ke atas putar dan berhenti di tengah) dan masih banyak kebalikan kecil lain.
    oops sori, ngomong ga jelas, yang sebenarnya mau ditanya, di usia anak berapakah, anak harus sudah bisa baca, tulis dll, dan kapan pula orang tua harus tau anak menderita disleksia atau tidak, trus indikasi dininya seperti apa sih.
    makasih banyak ya mbak.

    • Mbak Wid, jangan khawatir, santai ajah… selayaknya memang Embun harus bisa menggerakkan badan kaki tangan mungilnya agar lentur dan “memiliki kecerdasan tersendiri”. Cerdas itu bukan cuma otak kok, pedagogi dan psikologi anak hari ini telah memilah kecerdasan anak beberapa bagian; ada Visual-Spatial intelligence, ada Verbal- Linguistic, Logical-Mathematica, Bodily-Kinesthetic, Musical-Rhythmic, Interpersonal, dan Intrapersonal… dan ada kecenderungan satu bagian lebih dominan pada satu anak dibanding anak lain. Justru ada perdebatan bahwa sistem sekolah hari ini cenderung tak mengikut jaman. Di saat sekarang informasi mudah murah didapat, anak harus dididik kreatif tak cuma hapalan. Tak mengapa ia menulis dari bawah ke atas, atas ke bawah… dia nyaman begitu ya silakan. Kita sebagai ortu hanya memberi asupan dan arahan, tak usah pakai marah atau frustasi. Saya pernah terjebak dalam kemarahan pada diri sendiri karena tak sampai hati memaki Indra waktu itu. Mbak Wid harus memuji Embun terus ya, kalau guru TK-nya begitu mudah-mudahan karena ia belum dicerahkan dengan kemajuan jaman… harusnya ikut acara Diknas ini.

      Soal anak bisa baca tulis itu relatif, usia itu cuma perkiraan. Tanamkan kesukaan Embun pada buku selain tarian. Atau beli buku yang penuh gambar orang menari atau olahraga, full color lebih menarik! Dari situ mungkin Embun tertarik untuk membaca hurufnya. Di SD Pantara, Jl Senopati 72 Jakarta Selatan itu ada tes intervensi dini untuk anak yang dicurigai memiliki kesulitan membaca/menulis/berhitung (calistung). Silakan hubungi Pantara saja Bu, tinggal atur waktu untuk konsultasi, biayanya sih sekitar 300-500 ribu ya untuk 2 jam observasi. Silakan cek lagi, saya tak tahu pasti biayanya. Telp. Pantara adalah 021-7234 581, 7234 582. Peluk cium sayang buat Embun ya Mbak…

    • http://www.childcareaware.org/en/subscriptions/dailyparent/volume.php?id=45 Different Kinds of “Smarts”: Supporting Children’s Intelligence Styles


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s