Indra dan Sekolah Barunya

“Bu, aku suka di sini, aku sekolah di sini ya!”

Ucapan Indra itu membuat Bu Gayatri tertawa, “Indra memang sekolah di sini.”

Saat ditanya mengapa ia menyukai sekolah barunya, Indra menyatakan bahwa kelas yang hanya berjumlah 6 orang itu nyaman dan tidak berisik. Di SD Negeri tempat Indra dahulu belajar memang cukup ramai, mengingat per kelas bisa mencapai 40 orang! Setiap jam ada murid berolahraga di lapangan, dengan suara-suara yang kerap mengganggu konsentrasi Indra saat menghadapi pelajaran di kelasnya.

Betul, saya memindahkan Indra ke sekolah baru ini. Lebih jauh, tapi masih ada yang dua kali lipat jauhnya daripada jarak rumah-sekolah saya. Informasi sekolah ini saya dapatkan dari sahabat virtual saya, Mbak Aigis, yang kebetulan memang passer-by di blog saya ini. Terima kasih, ya. Mungkin saya terlambat, tapi memang ada masa pembelajaran bagi saya, yang mungkin sebuah kemewahan, karena tak semua orang bisa tahu lebih awal tentang anaknya. Di sekolah Indra dahulu, mulai dari TK hingga SD yang lampau, tak ada yang tahu tentang kesulitan belajar (learning difficulties) yang dialami Indra; apalagi tahu tentang sekolah khusus ini. Apa saja yang diberikan, bagaimana metode belajarnya, dan bagaimana mekanisme seleksi anak murid sebelum diterima; semuanya harus saya pelajari sambil merasakan bagaimana emosi saya terayun-ayun kencang.

Jika tak ada kawan-kawan di blog ini, mungkin saya sudah menyerah pada nasib. Dan jika ada kawan-kawan lain yang belum mengetahui bahwa anaknya mengalami kesulitan belajar, ada deteksi dini terhadap anak yang mengalami kesulitan belajar di tahap awal (prasekolah). Silakan ke Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia di Kampus Salemba, Jakarta Pusat  (klik sini) atau ke Yayasan Pantara di Jl. Senopati 72, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sekali lagi, terima kasih Mbak Aigis. Terima kasih semua kawan virtual saya. It’s just the beginning…

20 Komentar

  1. salam kenal mbak mila..
    membaca tulisan anda tentang Indra dan SD Negerinya, saya seperti melihat sosok Abi (6th) anak saya. Dia baru masuk kelas 1 SD, pintar, aktif, tapi sangat kesulitan belajar membaca dan menulis (sampai saat ini pun belum bisa mengeja-dikte). Saya belum membawanya ke psikolog untuk memastikan, karena masih berharap dia bisa mengejar ketertinggalannya dalam beberapa bulan ke depan. Tapi sebenarnya saya sangat khawatir dan dalam hati bertanya-tanya; kapan saya harus berhenti berharap bahwa ini bukan disleksia? Apa ada tempat, selain LPTUI dan Pantara, disekitar Tangerang yang memfasilitasi anak disleksia dengan biaya terjangkau?

  2. Mbak Ririn,

    Saya juga baru tahu bahwa ada anak-anak yang sulit berkonsentrasi itu beda dengan sulit membaca dan sulit menulis. Jika suasana ruang belajar sepi, dan sang anak tetap tak bisa konsentrasi, tentu ada masalah lain. Atau, jika suasana sepi dan ia konsentrasi, ia pun tak bisa menulis atau membaca, tentu ada faktor lain.

    Saya sarankan main-main ke Jakarta, ke SD Pantara, Jl Senopati 72 (telp 7234 581) untuk tes “deteksi dini” yang hasilnya bisa menjadi pedoman mencari sekolah di Tangerang. Setahu saya, belum banyak kampus yang memfasilitasi masalah perkembangan belajar anak di negeri ini. SD yang hanya 5-10 anak per kelasnya juga baru saya temui di Pantara ini. Di sekolah bertitel internasional swasta, per kelasnya masih 20 orang!

    Semoga Abi bisa cepat membaca-menulis, jangan lupa: faktor kesabaran dan konsistensi mengajarkan sang ibu adalah kunci keberhasilan Abi berkonsentrasi membaca.

    • Thanks atas sarannya mbak….
      Tetap semangat utk berjuang buat buah hati tercinta ^_^

  3. mbak mila, hari ini sy mampir ke blog mbak setelah 2 hari ini sibuk browsing “ADHD” dan semacamnya, setelah 2 hari yl kep sek & guru anak saya Hilmi kelas 1 SD, bilang kalau Hilmi tidak bisa fokus di pelajaran dan makan, baca bisa tp blm lancar, tapi nulis huruf & angka suka kebalik, juga konsentrasi nya cepat hilang, padahal anak saya sekolah di sekolah alam dengan rasio murid guru 10:2. Dan sedihnya saya baru ngeh hal itu sekarang. ini jg blm pasti dia ADHD, karena kami baru mau ke psikolog minggu2 ini. BTW boleh minta info SD Pantara (biaya masuk dan bulanannya), thanks.

  4. Mbak Poppy salam kenal, saya balas via email ya.

    • Salam kenal mba mila saya Rina , boleh minta info sekolah pantara? Anak saya sudah kelas 2 belum bisa baca dan ciri2nya sama spt yg saya baca di blog ini tulisan terbalik2 bahkan gambar bendera pun terbalik … terima kasih infonya

  5. salam kenal, …
    saya adalah seorang psikolog di sebuah sekolah khusus di Surabaya. Dan beberapa kasus yang kami tangani adalah anak dengan disleksia. Memang dengan kasih sayang, pengertian, menerima mereka apa adanya, dan mengajak mereka belajar pelan pelan dan menyenangkan akan sangat membantu mereka mengatasi masalah mereka. Saya terenyuh dengan testimoni dari orang orang yang memiliki masalah disleksia. Semoga jadi masukan bagi kami pendidik di sekolah khusus ini agar tidak memberikan trauma psikologis bagi anak anak didik kami disini. Terima kasih…
    Salam sayang buat indra….semoga semakin kuat…..

    • Salam bu Linda,
      Maaf setelah sekian lama baru saya membaca untuk informasi disleksia ini. Saya bertempat di Surabaya dan anak laki-laki saya berusia 10 tahun. Saya rasa dia mengalami disleksia dengan kesamaan gejala yang sama. Apakah ibu memiliki referensi dimana sekolah yang tepat di Surabaya untuk anak saya ini ? Saya ucapkan banyak terima kasih, dan bisa sms saya di 08123292259. IIN.

  6. Dear mbak Mila,
    Baru kemarin saya mengetahui dengan jelas bahwa anak saya, Harits (8 th) mengalami learning difficulties. Selama ini saya hanya mengira2 dan mencari disitus, kira2 apa yg sedang dialami Harits. dan dugaan saya ternyata benar..cocok dengan hasil assesment dg psikolog kemarin.
    Mbak Mila, saya juga boleh tauk bagaimana perkembangan Indra di skolah tsb & brapa biayanya….karena adiknya Harits, akan memasuki SD taun depan. Dan dia di vonis autis, tapi beberapa psikolog yg lain mengatakan bukan autis. saya jadi bingung psikolog mana yang harus saya percaya. Saya sudah keliling psikolog & klinik tumbuh kembang anak. dengan hasilnya yg berbeda…..🙂 trima kasih sebelum nya mbak….

  7. Ibu Linda Hartati di Surabaya, terima kasih loh Mbak atas penegasan “how to handle” situasi seperti yang saya hadapi. Sukses juga di Surabaya!

    Mbak Tia, selama 4 bulan terakhjr Indra mengalami banyak kemajuan. Dengan lingkungan sekolah yang lebih sepi gangguan suara dan memang kurikulum/pengajar khusus yang mengenal anak secara pribadi, Indra bisa mengikuti pelajaran dengan lebih baik. Substansi yang diajarkan pun ia baca sendiri (maksudnya, tak usah lagi saya membacakan soal dan ia menjawab pertanyaan). Ia mampu menjawab dengan baik walau agak lambat dibanding kawan-kawannya yang sejak tahun lalu sudah bergabung di sekolah itu. Ada baiknya Mbak Tia datang ke Pantara untuk observasi atau deteksi dini untuk adiknya Harits atau untuk Harits sendiri… SD Pantara, Jl Senopati 72 (telp 7234 581). Biaya observasi sepertinya Rp 300 ribu untuk tes psikologi dan observasi di kelas (kemauan dan kemampuannya berinteraksi di kelas). Semoga informasi ini membantu… salam kenal dan jabat erat ya Mbak! Mila.

  8. dear mbak mila
    selamat ya untuk indra dan sekolah barunya, saya dengar sekolah pantara adalah ‘syurga’ nya anak-anak dyslexia. semoga indra bisa menggapai mimpi dengan bersekolah disini🙂

  9. Slam kenal Mba Mila,

    Apa yang dialami oleh mba mengenai Indra sma seperti yg sys alami tentang putra ku rycho, dia sekolah mulai dari usia 3 th – 5 thun, skarang ia duduk di tk B, tapi dia tidak bayak mengalami kemajuan dalam pendidikan nya, di banding teman2 nya sekelas dia sngat jauh tertinggal teman2 nya sudah bsa membaca & dikte dengan baik dia menulis saja masih meraba – raba huruf.saya bingung pusing memirkan masa depan rycho pendaftaran SD sekarang harus sudah bsa Baca & menulis dengan baik, rycho masih lom bsa. apa dia harus sekolah TK lagi. sedangkan dia TK sdh 2thn Sampai akhirnya sya menemukan Sekolah Pantara yg mengkhususkan anak2 yg mengalami gangguan belajar, Tpi sya baru mau memobservasi anak saya jumat ini, smoga ini adalah sekolah yg tepat buat anak ku rycho.Dan seperti yang diceritakan mba mengenai sekolah Pantara saya jadi semakin yakin & semangat buat menyekolahkan anak saya di sana

  10. Salam kenal mbak Mila,

    Cerita putra mbak, ada kemiripan dengan cara belajar putri ku Najwa, saat ini dia sudah sekolah di SD umum, tp untuk membaca dia kesulitan, menulis suka terbalik tapi dia senang klo dibacakan buku. Membaca cerita mba, pengen juga observasi kesana. tp bisa share ga untuk biayanya (observasi,pendaftaran & biaya bulanannya). Terima kasih banyak sebelumnya

  11. salam kenal mbak Mila..

    putri saya setelah dipriksa psikolog ternyata disleksia dan add.
    skrg usia 6 thn duduk di klas 1 SD.
    awal sekolah dia ga bisa ngikutin pelajaran, sekarang sudah lumayan deh walaupun nilai masih ngepas banget.
    apalagi dengan standart sekolah yg pelajarannya makin dalam..wahh… kami sampe kewalahan ngikutinnya.
    jd saya pengen tau nih tentang sekolah pantara. Bisa tlg infonya dan biayanya mbak ?
    Trus terapi apa yah yg bagus buat anak disleksia? krn saya dirujuk terapi di salah satu klinik tp jadwalnya penuh, jadi saya hrs cari klinik lain deh.
    saya berdomisili di daerah serpong.
    trims sebelumnya mbak Mila…

    • Ibu Nina… silakan hubungi langsung SD Pantara di 021 – 837 00 683 atau 837 96 990 untuk observasi kelas atas anak Ibu. Bawa saja berkas kajian psikolog saat bertemu dengan guru/psikolog di Pantara, membantu untuk mempercepat administratif. Observasinya hanya 200-300 ribu untuk sekali saja, dan jika memang Ibu berminat bisa daftar langsung (pindah) tanpa menunggu semester baru. Biaya per bulan Rp 1,35 juta dengan uang pangkal 18-20 juta (saya lupa angka pasti yg sekarang, karena dulu 18). Untuk kelas ekskul tambahan Rp 25-100 ribu per bulan tergantung jenis ekskul (menggambar/melukis, band musik, motorik, futsal, dkk). Dengan biaya tersebut berbanding dengan kualitas, saya merasa angka itu tidak mahal. Setelah dua tahun digembleng di sana, anak saya sekarang (kelas 4) sudah bisa mengikuti pelajaran di kelas SD Negeri biasa di dekat rumah saya sini… dan dia senang!

  12. anak sy dyslexia . sdh kelas 5 skr tapi belajar baca dan menulisnya kesulitan . bisa konsul bgm cara mengatasi nya bu mila.

    • Cuma berbekal sabar Pak Dedy, dan saya anjurkan anak Bapak dites dulu di LPT (Lembaga Psikologi Terapan) Universitas Indonesia, Kampus Salemba. Telepon(021) 314-5078 / 390-7408 / 390-8995; Fax(021) 314-5077; Emailinfo@lptui.com. Biar tuntas mulai dari penyebab hingga bagaimana penanganan terbaik anak Bapak. Semoga membantu. Salam buat ananda…

  13. Haii mbak milaaaa…salam kenal

    Anakku umur 4.5thn suspect ADHD,sekarang masih sekolah di TK A(umum).

    Yang aku mau tanyakan apakah Indra ada perubahan yg signifikan ketika masuk di pantara?

    Terima kasih mbak mila

    • Sangat terjadi perubahan! Aku suka banget Pantara, tapi sayang cuma jenjang TK dan SD.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s