Mules, Rasa Adil, dan Intesitas Terhadap Anak Disleksik

Akhirnya Indra masuk sekolah dasar favorit!

Sakit perut selama dua minggu intensif melatih Indra membaca-menulis untuk ikut ujian masuk salah satu sekolah dasar (SD) percontohan, saya akhirnya bisa bernafas lega. Indra diterima walaupun hasil akademisnya masih kalah dibanding hasil wawancara dan kesehatan. Di hari kedua ujian (wawancara) saya sempat mules karena melihat Indra tak bisa diam duduk; ia selalu ingin tahu dan nyelonong ke dalam kelas tempat wawancara. Ia diusir keluar dan saat disuruh duduk, kakinya sempat diangkat karena bersandar dengan teman satu TK-nya. Terlihat guru yang ‘menghalau’ ia keluar ruangan menggeleng kepala. Ah…

Perut mules tentu tak berhenti di saat ia diterima di sekolah favorit ini. Masih akan ada tantangan lebih kompleks lagi di masa depan. Menjelang liburan panjang ini, saya ditawari untuk membantu kawan di Kalimantan selama sebulan. Terus terang saya akan membawanya ke sana, untuk menggali pengalaman lain. Mungkin akan ada kecemburuan dari adik atau kakaknya jika saya hanya mengajak Indra. Ah… sebuah dilema yang harus dipikir dalam suasana tenang. Dilema antara “rasa adil untuk setiap anak” dengan “intensitas terhadap anak yang memiliki kekurangan khusus”. Mungkin saya tak sendiri.

1 Komentar

  1. sangat bagus untuk pengetahuan ortu yang punya anak abk ( anak berkebutuhan khusus )termasuk disleksik


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s