Day 21-22

Dua hari ini saya mencoba menerapkan terapi fonetis. Seperti barusan saja, dia membuka kamus Disney bergambar untuk bahasa Spanyol. Buku ini kebetulan saya beli mengingat anak saya tertua di sekolahnya juga diajar bahasa Spanyol walau hanya sedikit. Di kamus ini penggunaan “la” cukup banyak, salah satunya “la mano” atau tangan.

Saya mengeja huruf [l] dengan huruf [a] membacanya [la] dengan penekanan pertama pada konsonan (letaknya lidah di gigi atas). Penekanan kedua saya sengaja mengucap [la] dengan memanjangkan vokal [a], seperti [laaaa].

Saya kemudian ganti dengan vokal-vokal lain (i, u, e, o) yang digabungkan dengan konsonan [l]. Mengganti ke suku kata lain ini kemudian saya carikan contohnya di buku: (li, lu, le, lo).

Setiap saya memintanya merangkaikan atau mengulang pengucapan, saya selalu meminta Indra menatap mata saya. Hasilnya memang cukup baik; malam ini ia bisa merangkaikan dengan benar.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s