Materi Belajar Menulis dan Membaca

Indra telah dua bulan masuk sekolah. Sepertinya saya bisa merasakan apa yang ia rasakan saat-saat pertama ia masuk sekolah, melalui gerbang sekolah tanpa ditemani orang tua (tak seperti waktu di TK). Antara rasa penasaran (matanya nanar mengobservasi setiap sudut dan setiap orang) dan ketakutan (tangannya menggenggam erat tangan saya saat ia harus melangkah sendiri melalui gerbang). Antara rasa bingung memiliki kawan lebih banyak dan rasa senang melihat lapangan yang lebih luas dari lapangan dekat rumah kami.

Saya memang telah lama tak update blog ini (baca: jurnal untuk Indra). Untuk merekap semua, here goes:

Seminggu setelah Indra masuk, saya dan suami saya menemui Ibu Guru. Kami berdua menyampaikan keadaan Indra yang lain dari anak biasa. Yang melegakan saat itu, Ibu Guru menyarankan kami tak perlu khawatir dengan alasan, “Belum ketemu klik-nya, kita tunggu saja ya.”

Selama dua bulan ini, sesungguhnya saya dan suami rajin membantu Indra membuat pekerjaan rumah. Biasanya pekerjaan rumah atau berita apapun ini ditulis atau ditempel Ibu Guru di “buku penghubung”. Sebulan berakhir, saya tak melihat progres yang signifikan dari cara membaca atau menulis Indra. Suatu hari dua minggu yang lalu saya menemui Ibu Guru, dan beliau tak banyak bicara. Ia menyuruh saya menunggu di pintu gerbang dan memanggil Indra untuk ikut masuk mengikutinya ke kelas. Indra kemudian keluar membawa secarik kertas merah muda. Sebuah brosur kursus “menangani anak tak mampu fokus”.

Saya terhenyak…

Ternyata Ibu Guru itu sudah menyerah. Saya pikir waktu telah berjalan cepat, tak akan kembali. Ah, ucapan Ibu Gurup perihal “klik” telah meninabobokan saya. Bergegas saya pulang ke rumah bersama Indra dan adiknya, dan langsung saya membuka dokumen excel baru. Dalam waktu setengah jam, alat bantu ini sudah jadi. Klik sini belajar-menulis-indra dan belajar-membaca-indra untuk alat bantu membaca dan menulis yang saya coba.

Saya memulai dari tahap menulis. Dalam 3 hari saya meminta Indra menyelesaikan 3 lembar berisi kotak suku kata mulai dari huruf A hingga Z. Ia mengerjakan dengan tekun. Semangatnya ternyata juga tinggi, karena (mungkin) ia merasa bingung menghadapi hari-hari di kelas dengan kawan-kawannya yang mampu membaca lancar. Bukti semangatnya yang tinggi ini, hari terakhir saya dan suami saya harus pergi dan meminta Indra menyelesaikan lagi 3 lembar Belajar Menulis Indra. Sepulang dari acara malam itu, Indra sudah tertidur, tapi di mejanya terletak 3 lembar yang sudah rapi dan lengkap terisi.

Saya cium dan peluk dia sampai ia terbangun dan berucap, “Aku tulis, Bu.” Lalu ia tertidur lagi. Ah…

***

Selama sebulan terakhir ini, saya konsisten mengajarnya dua jam sepulang sekolah dan dua jam sebelum tidur setiap harinya. Saya selalu menerapkan punishment dan reward dari setiap usahanya. Jika ia mulai asal-asalan (karena merasa berat, mungkin), saya lalu berikan punishment, “Ibu ambil poin kamu untuk naik busway gandeng ya?” Setiap ia benar menjawab atau menulis, saya berikan “high five” sambil tersenyum atau tertawa bersama. Ternyata acara Metro TV “Nanny 911″ itu memang banyak membantu!

***

Beberapa tips membaca:

1. Untuk membedakan ‘b’ dari ‘d’ atau ‘p’ dari ‘q’, jejerkan pada huruf “a”. Saya selalu katakan, “Arah mana perutnya: tabrakan seperti ‘ba’ atau berbaris seperti ‘da’?”.

2. Pengenalan fonetis penting, terutama saat bertemu dengan huruf mati. Huruf ‘k’ bacalah seperti [keh] atau [ekh]. Saat membaca ‘n’, ucapkan dengan menunjukkan posisi lidah menempel langit-langit atas. Saat mengucapkan huruf bilabial (b, p, m), ucapkan dengan perlahan saat bibir bawah dan atas menutup-buka.

3. Buat dahulu daftar kata-kata yang terdiri dari suku kata yang ‘terbuka’ dan mudah, terutama yang merupakan pengulangan dan erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti ‘pipi’ atau ‘gigi’ atau ‘kuku’.

> contoh lain: to-pi, da-si, bu-ku, ta-s, se-pa-tu

4. Selanjutnya bisa memperkenalkan tubuh manusia lebih lengkap lagi; memperkenalkan kata secara asosiatif lebih efektif untuk anak yang suka menghayal jauh.

> ra-m-bu-t, a-li-s, ma-ta, te-li-ng-a, hi-du-ng,

Catatan: untuk ‘ng’, dekatkan ‘telinga’ dan ‘hidung’ dalam memberikan soal ke anak, dan sampaikan perbedaan membaca antara ‘nga’-‘ngi’-‘ngu’-‘nge’-‘ngo’ dan ‘ng’ [baca: `eng]

5. Setelah itu, pastikan daftar kosakata (per klaster) berdasarkan fokus huruf/suku kata yang dapat diurut mudah dan erat dengan kehidupan sehari-hari:

> a-bi, a-bu, a-na, a-ni, a-mi, a-pi

> i-bu, i-tu, i-na, i-ma, i-kan, i-da

> u-bi, u-li, u-mi, u-da-ng, u-a-ng, u-mu-r

> ma-ma-n, ma-in, ma-ka-n, ma-ta, ma-lu

> ca-ci-ng, ca-ca-r, ca-n-di, ca-n-ti-k, ca-n-da

> du-lu, du-du-k, du-ka, da-si, da-la-m

Catatan: pisahkan juga ‘ng’ dan ‘ny’ yang dibaca [`eng] dan [`nyeh].

6. Selalu berikan punishment jika ia lengah, tapi selalu juga berikan reward saat ia selesai membaca atau menulis. Pastikan juga suasana belajar yang tenang dan mendukung. Anak yang terganggu konsentrasinya jadi lengah membaca/menulis.

Good luck!

Belajar membaca

Belajar membaca

27 Komentar

  1. subhanallah….
    ku ingin belajar lebih banyak lagi ttg ini,
    dan ku dapat banyak, di sini…
    makasih ya :)

  2. Salam kenal…
    Ibu luar biasa…semoga semangat ibu kan mendpat balasan-Nya
    Ibu yang baik hati,Saya seorang pendidik dan sedang membutuhkan bahan menerapkan reward dan punishment.Mungkin ibu ada ?

  3. Tulisannya sangat bagus dan membantu. kebetulan saya sedang kesulitan mengajar membaca anak saya yang mengalami gangguan pemahaman bahasa. Mudah-mudahan tipsnya bisa membantu anak saya belajar membaca.
    Saya minta izin tulisannya sebagian saya masukan ke blog saya.

    http://www.anandasoleh.wordpress.com

  4. Salam kenal Saudara Edi dan Saudara Fatzah, terima kasih dan mohon maaf baru membalas tulisan Anda di blog saya. Untuk bahan reward & punishment, sesungguhnya itu tergantung aturan yang Anda terapkan terhadap Anak. Anak saya suka jalan-jalan (bertualang) ke tempat baru, sehingga atraksi ‘jalan-jalan’ setelah menyelesaikan tugas menjadi reward di keluarga saya. Punishment-nya tentu reward ini dicabut. Silakan copy-paste atau cetak bahan sederhana ini. Saya memang memilih jenis huruf / font sederhana, agar Indra dapat cepat meniru tulisan ‘a’ yang lebih sederhana. Yang pasti, Saudara Fatzah, ketekunan dan kesabaran orangtua adalah kunci utama keberhasilan anak. Oh ya, saya telah mengunjungi blog Anda, dan salah satu tulisan di situ tentang sekolah inklusi. Dari hasil survei saya mencari sekolah inklusi di Jakarta, yang dimaksud sekolah inklusi biasanya bukan untuk anak dengan masalah membaca, tapi anak dengan kemampuan lebih (IQ Performance dan IQ Verbal di atas rata-rata). Mudah-mudahan Anda dapat menenyakan kejelasan sekolah inklusi ini di kota Anda. Selamat mendidik ananda tercinta, ya…

  5. baru saja mau buat daftar kosakata, eh nemu hal yang sama… selamat kepada orang tua yang memperhatikan pendidikan anak-anaknya.

  6. Alhamdulillah saya dapat menemukan artikel ini, akan saya coba. Anak saya mempunyai potensi yang bagus, daya ingatnya sangat tinggi, menggambarnya seperti anak SD. Tapi untuk membaca sering terbalik, tadi kami kira ini hal biasa tapi sampai sekarang koq sering membaca terbalik. adapun kata-kata yang sering susah dibacanya Plastik menjadi paslik, telkomsel menjadi tengkomsen…kira-kira seperti itu.

  7. wah makasih banyak ya mbak.. saya nggak ngajar anak2 sih sebeulnya,,,, tapi ngajar orang-orang tua.. hehehe.. alhamdulillah terbantu dg artikel mbak

    • Terima kasih kembali, senang bisa membantu. Kalau mau mencari materi tulis baca lain sesungguhnya di internet itu bisa dicari, ada jutaan, kalau tahu kata kuncinya saat di-Google. Setelah dapat, bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia melalui translate.google.com. Good luck!

  8. AKSES blogku http://metodesas blogspot.com, itu bagian dari proses model pembelajaran, anak dapat belajar secara manual , dan di persiapkan akses internet, cd dll. trim

  9. Ass.wr.wb,
    Salam kenal..dari ayah Nesya. Terima kasih atas tulisan dan masukan nya. sangat membantu sekali. cuma saat ini saya sangat kesulitan dalam mengajar menulis, karna anak saya kalau menulis selalu menggunakan tangan kiri / kidal. mohon saran nya . semoga kehidupan dan masa depan anak2 kita menjadi lebih baik dari orang tua nya,amin. terima kasih.
    from : ayah Nesya adi_jacindonesia@yahoo.com

  10. Subhanallah…. Alhamdulillah…..
    Akhirnya saya menemukan cara untuk mengajari anak saya menulis dan membaca. Karena saya sudah benar2 kehabisan akal untuk bagaimana caranya mengajari anak saya untuk menulis dan membaca. Terima kasih atas tulisannya ini, semoga bermanfaat untuk saya khususnya dan untuk orang lain yang seperti saya. Amin…Amin…Amin… Yarobbalalamin.

  11. Salam kenal Mbak, artikelnya bagus dan sangat membantu, kebetulan saya juga sedang mengajarkan anak saya menulis dan membaca. Terima kasih.

    • Salam kenal, senang bisa membantu… ekstra sabar buat kita para ibu :-)))

  12. salam kenal… makasih telah berbagi pengalaman dan pengetahuan mendidik anak. ijin download juga ya…thanks a lot..

    • Salam kenal Pak… monggo diunduh… semoga kita bisa tetap berbagi pengalaman menarik di sini…

  13. salam kenal bu… terimakasih atas share nya.. minta ijin untuk download ya…

    • Bapak/Ibu Ari… silakan, salam kenal juga.

  14. Ijin download ya bu… terimakasih, metode ibu sgt membantu

  15. Salam kenal bu….cara mengajar yang baik dan efektif…..mohon izin download ya bu………

  16. siswa privat saya kelas 1 sd, karena belum bisa membaca dan menulis, dia merasa tidak pede kemudian marah , menangis saat saya datang memberi materi membaca menulis, harus ekstra sabar untuk membujuknya, bahkan huruf pun belum hafal. padahal pelajaran kelas 1 sd sudah sebegitu rumitnya. saya jadi merasa mpunyai beban moral

  17. salam kenal bu… materi yang ibu ajarkan sangat bermakna serta menginspirasikan buat saya agar selalu berusaha dan bersabar sebagai seorang pendidik. mohon izin download file ya bu..trims..

    • Salam kenal juga… silakan, semua info dan data di sini memang untuk berbagi. Sukses selalu!

  18. Sangat bermanfaat sekali, terutama bagi saya yang selama ini bingung karena sudah berbagai cara mengajar anak untuk membaca tapi belum bisa maksimal, jika hari ini bisa besoknya lupa. Saya mau tanya, bagaimana metode agar anak dapat cepat mengenal dan menghafal huruf. Saya hampir putus asa, tolong ya bu. Terima kasih.

    • Pak Dedi,
      Anak-anak kita ini gifted. Mereka punya ciri khas kemampuan dan bakat, apakah audio ataukah visual ataukah kinetik/gerak. Mulailah dengan pendekatan khas ana Bapak. Kalau visual, gambarlah angka atau huruf dengan bercerita…. dan seterusnya.

      Salam buat putra/putri Bapak!

      • Terima kasih atas sarannya bu.
        Alhamdulillah sekarang anak didik saya sudah mulai bisa mengeja dan membaca, walaupun masih banyak kesalahan

      • Alhamdulillah. Mudah-mudahan, anak didik Bapak juga tak kenal lelah. Kalau anak senang, dia akan mencari jalan untuk terus melanjutkan perjalanannya… kalau anak merasa terpaksa, hasilnya juga kurang baik. Indeks Kebahagiaan itu penting. Bisa dibaca juga laporan badan PBB tentang indeks ini di sini: http://unsdsn.org/happiness.

  19. sekolah yang bagus juga menentukan..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.