Terapi Disleksia Memantau Gerak Otak Anak

(HealthDay is the new name for HealthScoutNews.)

Setelah menjalani terapi membaca intensif selama tiga minggu, anak penderita disleksia mulai menunjukkan pola aktivitas otak yang cocok dengan pola pembaca normal. Kemajuannya sangat signifikan dan efektif. Penemuan ini muncul dalam jurnal Neurology tertanggal 22 Juli.

“Kita tahu bahwa otak harus berubah saat belajar sesuatu, tapi untuk melihat sesungguhnya perbedaan kegiatan otak adalah satu hal yang menarik,” ucap Gordon Sherman, direktur eksekutif dari Sekolah Newgrange dan Pusat Kemajuan Pendidikan di Princeton, NJ.

Disleksia adalah ketidakmampuan belajar yang mempengaruhi hingga 15% anak sekolah di Amerika Serikat. Anak dengan disleksia mengalami kesulitan membaca dan mengucapkan kata-kata. Secara khusus, mereka mengalami kesulitan mengerti suara, mengenali arti setiap kata dan pengucapan. Periset mempercayai bahwa kesulitan ini timbul karena anak yang disleksik memproses informasi bahasa dalam area otak yang berbeda dengan manusia tanpa disleksia.

Penelitian terakhir juga menunjukkan peran morfologi dalam disleksia (bagaimana bagian dari sebuah kata menghasilkan arti).

Kajian sekarang didesain untuk membandingkan bagaimana proses morfologis dan fonologis dalam otak bekerja. Fonologi untuk mengetahui hubungan suara dalam satu kata dengan bentuk tertulisnya. Penulis kajian ini pun melihat tipe khusus setiap instruksi yang dihubungkan dengan pola kegiatan otak, seperti yang tampak pada gambar resonansi fungsional magnetis (functional magnetic resonance imaging, fMRI).

Sepuluh anak disleksik dan 11 anak (berusia 11 dan 12 tahun) dengan kemampuan membaca normal melalui proses pemindaian (scanning) fMRI untuk memetakan pola kegiatan otak mereka di saat mereka melaksanakan dua ujian membaca. Di titik ini, anak disleksik menggunakan area otak yang sama untuk memproses bahasa seperti pembaca normal, namun tingkat kegiatannya lebih lemah.

Anak disleksik kemudian melalui terapi fonologis dan morfologis selama tiga minggu. Dengan pendekatan morfologis, sang anak diajarkan untuk mengelompokkan keluarga kata-kata (“bangun” dan “pembangunan”) dan kata-kata yang tidak dalam satu kelompok/keluarga (“tawa” dan “bawa”). Hal ini dijelaskan oleh Todd Richards, profesor radiologi dari Universitas Washington, Seattle. Sementara semua temuan ini menjadi rekomendasi untuk Panel Membaca Nasional, cara menyambung kepingan menjadi satu adalah unik, tambah kajian Virginia Berninger, direktur dan penyelidik utama dari Pusat Ketidakmampuan Belajar di Universitas Washington. Pusat kajian ini dibiayai oleh National Institute of Child Health and Human Development (NICHD).

Selanjutnya, kedua kelompok anak ini kemudian melalui pemindahan otan kedua yang disertai dengan tugas mental. Seperti halnya pemindaian fMRI yang pertama, mereka ditanya tentang dua buah kata dan apakah salah satu huruf dalam kata-kata tersebut ada yang memiliki suara (pengucapan) sama. Mereka juga ditanya apakah pola huruf dalam kata itu menciptakan arti tertentu yang berhubungan.

Pemindaian kedua menunjukkan bahwa pola kegiatan otak anak disleksik menunjukkan kemajuan. “Tidak berarti bahwa dalam tiga minggu Anda bisa mengajar anak disleksik membaca atau berubah total, tapi otak mereka telah berubah secara perlahan,” tegas Sherman. “Dilatih terus untuk mengerti apa yang terjadi pada diri anak disleksik. Dilatih terus untuk menambah kajian yang tuntas dan kemudian menjadi bahan ajaran anak untuk belajar membaca. Semakin awal digunakan, semakin efisien dan baik hasilnya, dan akan berguna untuk seumur hidup si anak.”

Sesungguhnya hasil terapi ini tidak mencerminkan proses penyembuhan, karena tingkat perubahan cukup mengejutkan penulis kajian ini. “Memang ada kemajuan drastis dalam aktivitas otak dalam tiga minggu,” ucap Richards. “Namun saya tidak menekankan hal ini sebagai perkembangan besar.”

Teknik fMRI menjadi satu titik awal riset untuk ketidakmampuan belajar. “Dengan fMRI, kita melihat otak bekerja dalam kerangka pemikiran bahasa,” imbuh Richards.

Satu hari nanti, gambar fMRI akan menolong kasus yang terberat. “Jika kita mendapatkan sekelompok orang disleksik dan melihat satu bagian dari kelompok ini lebih resistan terhadap terapi, kita akan bisa membayangkan bagaimana aktivitas otaknya dan membandingkannya dengan anak lain,” ucap Sherman.

Berninger juga menekankan bahwa hasilnya tidak mencerminkan perbaikan cepat. “Saya menyadari bahwa yang terjadi di dalam otak saat sang anak diajari untuk belajar dan akhirnya saya juga menyadari tentang pengetahuan bahasa dan sistem membaca,” ucap Berninger. “Sekarang bagaimana mengubah pengetahuan yang implementatif. Kami akan berupaya mengajarkan metode ini ke guru, dan harus menyampaikan informasi ini ke luar.”

More information

For more on dyslexia, visit the International Dyslexia Association. For information on the wider field of learning disabilities, visit LDonline.

http://www.ajc.com/health/content/shared-auto/healthnews/dysl/514230.html

About these ads

41 Komentar

  1. kami butuh cara pengetesan dan penyembuhanya

  2. Saya di kota bandung, dimana saya dapat menemukan klinik atau tempat pengobatan/terapi untuk anak yg mengalami disleksia? karena dari yang saya baca mengenai disleksia, saya merasa anak saya mungkin mengalaminya juga (tapi mudah2an saya salah)

  3. Mbak Asti, terapi atau tes awal biasanya ada di lembaga di bawah universitas setempat yang memiliki fakultas psikologi. Bisa dicoba ke Unpad:
    Kampus Jatinangor, Bandung 40600 Telepon : (022) 779-4126 / 7794127 Faksimili : (022) 779-4126 / 7794127 Dekan : Prof. Dr. Juke Roosjati Siregar.
    Ada tes deteksi dini juga di SD Pantara, Jakarta. Sebelum dites, kita tak boleh menduga. Saya menyesal sedikit sekarang karena tak ajak Indra dites lebih awal.

    Semoga hanya kesulitan membaca-menulis awal saja ya Mbak. Tabik!

  4. sy berada di Balikpapan, dimana di kota ini sy bs mendapatkan terapi disleksia utk putra sy.

  5. Saya memiliki anak laki2 berumur 6 tahun, dan hasil pemeriksaan psikolognya belum sampai disleksia, tapi kalau dibiarkan akan menuju keana. Kira2 terapii seperti apa yang baik dan cepat untuk mengajarkan dia membaca dan menulis. Karena daya ingat sangan bagus dan pintar.

  6. Dari milis sebelah saya dapatkan:

    “Di Jakarta yang saya tahu ada 2 sekolah yang memfasilitasi belajar untuk anak disleksia : SD. Pantara di Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, SD Purba Adhika di Pondok Labu Jakarta Selatan.”

    Semoga membantu

  7. Anak sy kelas 2 SMP, dia pernah test IQ 124, seharsnya tidak bodoh tetapi kenyatanya nilai rapornya sgt rendah dan selalu terancam tingall kelas, anak sy sulit sekali consetrasi dan sering telat dlm mengerjakan pelajaran/ujian disekolah.
    dimana sy bisa dapatkan klinik/fisikolog utk diklesia di jakarta,
    Mohon dong diinfo ke sy kallau ada yang tau.
    Terimakasih

  8. Bapak/Ibu yang baik, sesungguhnya jika di ibukota provinsi tempat Anda berada memiliki fakultas psikologi, hampir pasti Anda bisa konsultasi ke pribadi sang psikolog atau lembaga pengabdian di kampus. Jika tak ada, Anda mungkin bisa menghubungi lembaga di Jakarta LPT UI atau Pantara, siapa tahu bisa konsultasi via telepon atau videoconference:

    Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami di:
    Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI)
    Jl. Salemba Raya No. 4
    Jakarta 10430
    Telepon 021 – 314 5078
    021 – 390 7408
    021 – 390 8995
    Facsimile 021 – 314 5077
    E-mail info@lptui.com

    Yayasan Pantara
    Jl.Senopati No.72 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
    Telp: (021) 723 4581
    Fax: (021) 723 4582
    Email: pantara@indo.net.id
    Website: http://yayasanpantara.org

    Good luck!

  9. ada gk pengobatan herbal / alaminya?????

    • kalau masalahnya bukan di asupan makanan (walau ada pengaruhnya jika si anak diberi makan berkadar gula tinggi)… setahu saya belum ada tuh pengobatan herbal untuk anak-anak berkebutuhan khusus, kecuali kasih sayang dan konsistensi orang tua saja… tabik!

  10. ada info klo di sby? apakah smua psikolog bisa mendiagnosis gejala dysleksis?

    • di Surabaya tentu ada Unair yang memiliki fakultas psikologi, mungkin ada deteksi dini di sini…
      JL. AIRLANGGA 4-6 SURABAYA – 60286
      TELP. 031-5032770, 5014460
      FAX. 031-5025910
      email: fpsi@unair.ac.id

  11. tolong tidak adakah lembaga bimbingan khusus untuk terapi anak disleksia????

    • Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami di:
      Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI)
      Jl. Salemba Raya No. 4
      Jakarta 10430
      Telepon 021 – 314 5078
      021 – 390 7408
      021 – 390 8995
      Facsimile 021 – 314 5077
      E-mail info@lptui.com

      Yayasan Pantara – Intervensi Dini
      Jl.Senopati No.72 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
      Telp: (021) 723 4581
      Fax: (021) 723 4582
      Email: pantara@indo.net.id
      Website: http://yayasanpantara.org

      Good luck!

  12. kalo ada info tempat terapi di bandung, tolong kabari yaaaa…….

    • Kalau di Unpad Psikologi?
      Laila Qodariah Humas 62 22 779 4126 62 22 779 4127

      Good luck!

  13. Anak saya berumur 5 th sdh 2 kali pindah TK dikarena kan kesulitan membaca dan menulis terakhir dideteksi disleksia dimana kami dapat informasi untuk tes IQ , disleksia yng ckp berkualitas. dimana kami dapat terapis untuk anak kami…..terima kasih

    • Pak Joni Saputra, usia 5 tahun setahu saya belum usia matang untuk membaca dan menulis, tapi untuk pastinya memang harus ke psikolog. Kenali universitas negeri di kota Pak Joni, dan pastikan memiliki fakultas psikologi. Di fakultas itu mungkin ada lembaga atau jasa konsultasi “swasta” untuk deteksi dini. Bapak ada di kota mana?

  14. Anak saya 4 th sampai saat ini belum bisa baca angka, kalau huruf bisa sedikit, apakah itu wajar atau sebaiknya ikut tes disleksia?….Terima kasih

    • Bu Maria, usia anak matang membaca adalah 5-6 tahun. Ada tes intervensi dini, tapi itu pun dengan beberapa kriteria. Silakan hubungi Pantara saja Bu…

  15. Anak saya pernah terkena setep pas umur 16 bln dan itu mempengaruhi motoriknya saya sempat bw dia ke psikiater dianogsa awl speach delay plus dikasih vitamin otak tp saya krng yakin akhirnya sy bw ke dokter anak khusus tumbuh kembang anak tp jwbn yng diberikan juga mengecewakan dan tdk pasti ktnya sih disuruh ikut terapi di RS tetapi setelah saya baca artikel mengenai disleksia hampir semua mengarah pada anak saya sekarang dia kelas III membaca msh terbata-bata susah konsentrasi pelajrn matematika suka terbalik antara – dan + dan tidak mengerti maksud pertanyaan atau bacaan yang dia baca yang ingin saya tanyakan bu, metode belajar yang bagaimana yng baik untuk anak disleksia karena yng gampang bagi kita blm tentu gampang bg anak kita terima kasih

    • Ibu Arri yang baik, salam kenal.
      Mudah-mudahan saya bisa membantu menjawab, karena sesungguhnya untuk masalah keterlambatan anak membaca/menulis/berhitung (calistung) itu ada pakarnya, sedangkan saya hanya seorang ibu yang punya pengalaman dan hanya punya sedikit pengetahuan soal ini.

      Satu saran awal saya: bawa anak Ibu ke psikolog untuk soal kemampuan calistung tadi. Penyelesaiannya atau metode pengajaran/pendidikan akan lebih terarah. Kemampuan Indra tentu berbeda dengan anak Ibu, termasuk minat dan keinginannya. Saya selalu menekankan hal yang menyenangkan agar Indra mampu mencari sendiri bahan pengetahuan selanjutnya. Contohnya, saya perkenalkan ia dengan komik Lucky Luke (sebuah bacaan ringan yang mengangkat kebaikan selalu menang atas “bandit bersaudara” dengan latar belakang Amerika Serikat abad ke-19). Dari sana, Indra mengenal perang saudara Utara-Selatan karena salah satunya, perbudakan. Dari subyek perang, Indra kemudian mencari sendiri perang lain, di antaranya Hitler… dan seterusnya. Buat saya, tak mengapa Indra masih membaca terbata-bata, tapi yang penting ia memiliki kemampuan sendiri untuk membaca, bukan dipaksakan. Terkadang anak malah memberikan penolakan jika dipaksa membuat PR atau membaca. Biarkan ia mencari jalannya sendiri.

      Terakhir, Ibu harus mengecek dulu anak ibu ke psikolog di kota Ibu… yang sabar juga ya Bu…

  16. kalo ad terapi dkota solo,tolong kabari y..
    Makasih

  17. Pusat Terapi & Tumbuh Kembang Anak Rumah Sahabat Yogyakarta melayani terapi untuk anak-anak autism, ADD, ADHD, Down syndrom, CP dll dengan terapi terpadu, speech therapy, sensori integrasi, behavior therapy, fisioterapi, pendampingan ke sekolah umum, home visit therapy. Beralamat di Jl Perintis Kemerdekaan, Perum Gambiran C 2 UH V Yogyakarta. untuk info lebih lanjut hubungi 0274 8267882

  18. Anak saya berusia 6,5 tahun.skrg dikelas I SD.masalahya dia sangat susah mengenal huruf.berhitung juga sangat susah.karena hal ini dia ngambek tidak mau sekolah lagi.saya sangat bingung.tolong saya………..

    • Ibu Roslinda… saya tak bisa banyak membantu. Ibulah yang lebih mengerti anak Ibu. Kebiasaan dia, kesenangan dia hingga jadwal kegiatan dia sehari-hari. Secara umum, anak seumur dia itu memang masih bingung mau apa… konsep sekolah pun belum tentu dia mengerti. Ibu harus membantu dia menyukai bersekolah dan mengenal arti sekolah. Bawalah ke tempat-tempat yang membuat ia senang dan sesekali bilang, “Ini yang buat dulu sekolahnya di sekolah kamu.” Atau Ibu bisa memperkenalkan huruf dari hal-hal yang ia sukai, misalnya dari tarian atau lukisan. Saya ingat saya mengenal angka 2 dari gambar guru TK saya: bebek. Jika anak Ibu ngambek, sebaiknya jangan dimarahi karena ia akan menjadi kian menutup diri. Ciuman dan dekapan Ibu itu berarti sekali di saat anak sedang “tak tahu arah”. Peluk cium juga buat ananda dari saya ya… :-)))

  19. Selamat pagi, Anank saya kelas 2 SD mengalami kesulitan baca tulis sejak kelas 1 SD, saya sudah perksakan ke klinik terpadu UI depok dan hasilnya di nyatakan diseleksia, hasil test IQnya rata2, saya tinggal di Depok Jabar, untuk penangan lebih lanjut di rujuk ke klinik terapi edukatif, apakah saya bisa di beri informasi untuk tempat2 terapi edukatif di sekitar Depok, terima kasih sebelumnya, salam

    • Bapak Adamsyah Yth., silakan tanyakan ke Fakultas Psikologi UI, Kampus Depok. Mudah-mudahan ada mahasiswa di sana yang bisa memberikan pengarahan langsung (semacam les privat) untuk anak Bapak. Salam…

      • mba Mila,

        Terima kasih untuk infonya, saya akan coba cari, saya harap dengan pengetahuan yg mereka pelajari mahasiswa psikologi UI lebih paham mengenai penanggan diseleksia.

        Salam
        Adam

  20. Assalamualikum mba
    saya punya adik 8 tahun tapi hingga kini masih kelas 1 SD. Dia di TK 2 tahun kata gurunya gak ada perkembangan untuk apapun
    (membaca, menulis, berbicara). Dia pernah tidak naik kelas ke kelas dua hingga akhirnya orang tua saya pindah sekolah terus disekolah yang sekarang pun sebenarnya tidak naik kelas tapi karna kasihan tetap dibantu untuk naik kelas.
    di lingkungan rumah dan sekolah, adik saya sering diolok-olok karna dia tidak normal dan dianggap idiot.
    Ibu saya sering menangis memikirkan adik saya. orang tua saya bukan dari keluarga berkecukupan. ibu saya mencari SLB terdekat dari rumah karna faktor ekonomi dan juga ibu say sudah mulai lelah jika berjalan jauh karna kami tinggal di kampung.

    Alamt
    di Kecamatan Legok
    Desa Caringin Palasari- Kabupaten Tangerang
    Telp 085780332992

    saya prihatin dan saya berharap anak disleksia lain yg berada dimana pun yg daerahnya terpencil dapat tersentuh oleh kepedulian dan kesamaan sebagai mahluk hidup yg dapat bersosialisasi

    • Wa’alaikumsalam,
      Turut prihatin untuk adik Anda ya, teriring doa untuk Ibu agar tak lelah. Biasanya seorang Ibu berhenti sejenak untuk bernafas sebelum mengambil langkah lain. Mungkin ada 3 catatan tentang anak istimewa seperti adik Anda:
      1. Dia bukan anak dengan kekurangan fisik, jadi ada baiknya jangan di SLB. Stimuli atau rangsangan otaknya serta sedikit masalah psikologi di lingkungan (sering diledek) yang membuat ia minder untuk mengerjakan apa saja.
      2. Untuk itu bangkitkan semangatnya, jangan biarkan ia diledek atau dipojokkan orang lain.
      3. Temukan bakat minatnya, mungkin di kesenian atau olahraga. Anak saya bisa fokus sejam dua menggambar sampai tuntas atas apapun yang terakhir ia lihat/sukai.
      Semoga keluarga Anda selalu diberikan kelancaran atas semua keadaan ini. Tetap semangat ya…!

      • apa benar yaa adik saya bukan disleksia atau barangkali autis mba??
        kami sering menstumulasinya dan memunculkan pikiran positif tapi ada kalanya dia down dengan ledekan sekitar hingga murung dan marah berlama-lama. ini sulit terkendali

  21. MBA MINTA INFO DONG UNTUK TERAPI BUAT ANAK AUTIS DI BANDUNG

  22. salam kenal ibu Milla…selama ini sy mengira hanya anak sy yg bgt..dgn membaca di block ibu sy baru tau..klu anak sy tdk sdr…di kota sy,pontianak…sangat minim sekali soal cara mendidik anak disleksia…bahkan di sekolah khusus utk anak2 yg berkebutuhan khusus pun,anak sy msh dpt perlakuan kasar dr guru nya krn dia lambat dlm belajar….Ibu Milla,sy cuma ingin tahu terapi yg seperti apa yg paling tepat buat anak disleksia..dan yg bisa sy lakukan sdr ,sbg info,anak sy sdh berumur 13 thn..
    terima kasih atas bantuan nya…

    • Ibu Yuki di Pontianak…
      Modalnya Ibu harus punya “tabungan sabar” lebih banyak ya…
      Terapi yang diperlukan setelah Ibu banyak ngobrol dari hati ke hati, apa yang anak mau, bagaimana anak bisa menangkap pelajaran di sekolah dan kira-kira apa kesulitan lainnya di rumah… dan selanjutnya Ibu bisa temani sang anak belajar secara konsisten (karena anak seumur ini harus tahu “struktur” dan peduli waktu). Jangan terlalu lama belajar dalam satu waktu, karena anak Ibu suka bosan, terkadang karena ia berpikir “sudah tahu kok masih ditanyain terus sih?”
      Silakan cari tahu (google-google aja) beberapa situs (dalam bahasa Inggris) tapi bisa diterjemahkan via website translate.google.com. Dimulai pelan-pelan ya Bu…

  23. umr saya 18 tahun, saya sering salah dalam hal penulisan atopun saat ya berbicara karena saya sering lupa kata dalam sebuah kalima itu, saya juga sering lupa angka dalam hal saya berhitung, saya juga sring melupakan kata imbuhannya “nya” setiap saya menulis. awal saya tidak menyadari bahkan kerluarga saya. lalu saya menyadari saat saya masuk sma saya sering dibilangin gbs ngomong, lalu ada yg blg saya dislekasia. saya mencari info lalu saya mendapat ciri2 disleksia ada dalam diri saya.. tapi saya ingin memastikan dengan benar. karena ahkir ini saya makin parah dalam hal berbicara hampir tidak jelas. saya takut saya kehilangan kempapuan bicara dan menulis. mohon bantuannya

  24. anak saya usia 5,5 sudah sekolah tk 2th dia kesulitan huruf b,d,p. skr blm bisa baca,dulu menulis terbalik,sekarang sdh benar.saya berada dikota demak. dimana saya bisa konsultasi?bagaimana saran ibu, untuk anak saya.terimakasih,

  25. Bagaimana yah menarik minat anak utk bs/mau memegang pensil? Putra sy 4th sdh brsekolah (TK. A) tp dia malas sekali utk menulis ataupun mewarnai, jika ada PR selalu merasa trpaksa, dibimbing sambil dipegangin tangannya pun tdk mau memperhatikan pola/cara” penulisannya.
    Tp dia cukup ‘lihai’ pandai mengaplikasi ipad dibanding sy. Meski hanya utk main game & dia pun pintar utk mendowload games baru pdhl dia blm bs membaca, dan herannya lg dia suka mengganti” setting bhsanya diluar bhs inggris yg tdk sy mengerti tp dia tetap tau apa” yg hrs dipecet sana-sini.
    Rasanya sy cape & kehbsan akal utk mengajar anak blajar scara konvensional, meskipun skr jamannya screen touch tp menulis dgn tgnnya (pulpen/pensil) jg msh diperlukan kan?

  26. Yg saya prnah baca disleksia jg bukan hanya kesulitan dlm membaca sprti mengenali huruf/angka scara benar, contoh: b dibaca d, n dibaca m dan 12 dikira/dibaca/ditulisnya 21. Tapi disleksia jg kesulitan utk otaknya merespon perintah yg dibrikan scara beruntun yah dokter?

    Krn ciri” itu ada smua pd putri sy (9th) bila soal PRnya di dikte kan dan bgitu dirmh dia meminta sy utk membantu menjawabnya sy slalu menemukan kalimat” yg janggal penulisannya, dan bila sy bri tahu dia kekeuh kuping dia tdk slh mendengar dan dia tdk mau merevisi tulisannya krn takut dimarahi gurunya, contoh: bla” Bolongan (ini yg dia tulis) suku dari … => sy yakin gurunya mendiktekannya Golongan.

    Itu yg 1, yg ke 2 putri sy tdk bs melakukan perintah scara brurutan meski itu sbenarnya adlh kegiatan yg dilakukan stiap hari scara berulang” entah malas/apa sy jg sdh cape. Sprti: Nak plg skolah lekas ganti baju letakan baju kotornya, tas & spatu pd tempatnya lalu brsiap mkn, hbs itu tdr siang dlu baru krjakan PR. Tp smuanya tdk dilakukan dgn baik.

    Dan 1hal lg sy paling benci jika sbg ibunya omongan sy tdk diprcaya boro” dipatuhi, dan prilaku itu daily dia langgar & lakukan pdhl sdh brumur 9,3th dia plg males pup diWC bahkan sy yg sdh kebauan bila dia sy himbau bahkan sampe dimarahi tetep klo dia tdk (maaf; kecepirit/pup diclana) dia malah mengatakan hidung ma” yg konslet org sy tdk berasa tuh/membaui.
    Seinget sy bahkan kta ibu sy, sy kecilnya tdk sprti dia. Malah sy prhatikan anak sy prsis bgt dgn adik bungsu sy prilakunya copypaste bgt, bagaimana ya mendidik/membimbing anak sprti ini?

    Bahkan dia prnah brseloroh “enak yah jdi Bonie (dogy kami) kamu Ҩακ skul krjaanya cuman mkn, maen+tidur. Haduh cape BGT deh x_x

  27. assalamu’alaikum mbk,yg mau sy tnyakan adalah biaya tes ke psikolog,soalx untk biaya terapi sdh th tp untk tesx blm.krna dtempat terapi tdk melayani tes,biar g malu2in ketika les jd biar th perkiraan biaya tes brapa.mhn balasannya lwt email saya,terima ksh
    wassalam

    • emailnya? tulis begini biar tak kena spam ya “nama at gmail dotcom”


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.